Home » » Efisiensi dan Efektivitas Meracun Rumput di Lahan

Efisiensi dan Efektivitas Meracun Rumput di Lahan

a. Sebagai persiapan pertama, menyiapkan campuran Roundup+Ally+Urea+Air, sediakan sebagai berikut : i. 1 jerigen (20 liter ) Roundup (atau sejenisnya) ii. 2 botol (250 gram/botol) Ally (atau sejenisnya) iii. 20 kg pupuk Urea iv. Jerigen (20 liter ) yang kosong v. Air panas murni 4 liter vi. Air dingin murni 16 liter vii. Drum kosong 100 atau 200 liter viii. Kayu pengkacau 1 bh ix. 
Cara membuatnya :
 1. Masukkan ke drum 100 liter air panas 4 liter dan Ally 2 botol, kemudian kacau pakai kayu pengkacau sampai Ally nya menyatu dengan air 2. Kedalam drum masukkan 16 liter air dingin dan masukkan 20 kg urea, kemudian kacau pakai kayu pengkacau sampai Ally nya menyatu dengan air 3. Kedalam drum masukkan 20 liter Roundup, kemudian kacau pakai kayu pengkacau sampai Ally nya menyatu dengan air 4. Maka didapat campuran Roundup+Ally+Urea+Air sebanyak 60 liter dan masukkan kedalam 3 jerigen masing-masing berisi 20 liter, dan campuran siap digunakan dilapangan dengan dosis 100-120 cc per kep solo 5. Formula ini sudah diuji coba dan berhasil mematikan rumput seperti hasil campuran racun biasa. Penghematan yang didapat adalah : Modalnya 1 jerigen Roundup (Rp.600.000), 2 botol Ally (Rp.200.000), 20 kg pupuk Urea (Rp.100.000), jumlah = Rp.900.000. Kalau campuran biasa modalnya adalah 3 jerigen Roundup (Rp.1.800.000), 3 botol Ally (Rp.300.000), jumlah = Rp.2.100.000. Terjadi penghematan Rp.1.200.000 (130%) b. Sebagai persiapan kedua sebelum meracun dilapangan, survey posisi sumber air terdekat dengan meracun sehari sebelumnya. Siapkan didekat sumber air drum air 100 atau 200 ltr (100 cc=100 ml racun campur 15 ltr air, 0,67 ltr racun = 100 ltr air, 1 ltr racun = 150 ltr air, 1,34 ltr racun = 200 ltr air). Contoh : kalau kita pakai drum berisi 100 liter air, maka kita campurkan Roundup+Ally sebanyak 0,67 ltr. Kalau kita pakai drum berisi 200 liter air, maka kita campurkan Roundup+Ally sebanyak 1,34 ltr. c. Semprot dengan istem 2+1, dua orang penyemprot racun pakai kep solo dgn dilayani satu tukang pikul bawa campuran racun. Dua orang menyemprot racun round up tersebut, kalau sdh habis racun dalam kep nya berhenti pd posisi tsb, dan kep nya akan diisi tukang pikul racun, yg membawa racun sebanyak 2 jerigen. Jadi penyemprot racun tidak bolak balik ambil racun ke posisi drum racun, yg bolak balik adalah tukang pikul racun. Untuk perhitungan upah adalah hasil jumlah kep yg didapat 2 orang penyemprot dibagi tiga dgn tukang pikul air. Contoh : kalau 2 petugas penyemprot yang si A dapat 12 kep dan si B dapat 12 kep, maka si C jumlahnya 24 kep dibagi tiga , si A, si B dan si C tukang pikul racun dapat masing-masing 8 kep. Harga tetap Rp.2.250 per kep. Tgl 6/11/2010 SMS ke Ponirin : Bahan-bahan : 1 jerigen (20 liter) Kon Up, 2 botol Ally, 20 kg Urea, Air panas murni 4 liter, Air dingin murni 16 liter, Drum kosong 200 liter. 

Cara membuatnya : 
Masukkan ke drum 200 liter air panas 4 liter dan Ally 2 botol, kemudian kacau pakai kayu pengkacau sampai Ally nya menyatu dengan air. Kedalam drum masukkan 16 liter air dingin dan masukkan 20 kg urea, kemudian kacau pakai kayu pengkacau sampai Ally nya menyatu dengan air. Kedalam drum masukkan 20 liter Kon Up, kemudian kacau pakai kayu pengkacau sampai Ally nya menyatu dengan air. Maka didapat campuran Kon Up+Ally+Urea+Air sebanyak 60 liter dan masukkan kedalam 3 jerigen masing-masing berisi 20 liter, dan campuran siap digunakan dilapangan seperti biasa (dosis 100-120 cc per kep solo). Kon Up dan Ally bisa diganti dgn yg sejenisnya. Tgl 27/11/2010 SMS ke Ponirin : Drum isi 200 liter oplosan racun dapat 16 kep dgn dosis 125 cc per kep, maka drum isi 200 liter dicampur 2 liter oplosan racun ( 16kep x 125 cc = 2 liter oplosan). Herbisida dibagi menjadi beberapa bagian sbb : 1. herbisida pra tumbuh (membunuh biji dari gulma) 2. herbisida pasca tumbuh (membunuh gulma) a. non selective (membunuh hampir semua jenis tanaman) b. selective ( membunuh gulma berdasarkan ukuran daun) Ada jenis jenis herbisida selektif yang saya tahu…cuman yang saya tahu malah kebalikan dari yang anda cari…herbisida selektif bisa bedain tanaman mana yang mati atau yang tetap hidup berdasarkan ukuran daun..kalo yang bunuh daun lebar tapi pertahanin daun sempit itu pakai herbisida jenis 2,4 D Amine, ini di toko toko pertanian banyak dijual dengan merek dagang Tessa, DMA6, dll…tapi yang anda cari kan yang bisa bunuh daun sempit tapi pertahanin daun lebar…ini yang saya kurang tau..mungkin para juragan bisa bantu Kalau daun tanaman disemprot ama roundup semua tanaman bakalan mati..jadi saran saya kalau sudah ada rumput gajahnya jangan disemport pake round up..round up ini merek pestisida jenis glyphosate ( herbisida pasca tumbuh dan non selective)…glyphosate punya cara kerja untuk membunuh semua tanaman yang terkena daunnya..tapi kalau cairan ini terkena tanah maka efeknya jadi hilang..ini bertujuan untuk menjaga tanah agar nggak rusak bro…jadi ga bener kalo sebelum ditanamin tanah disemprot dulu dengan glyphosate, bakalan ga terlalu efektif .mestinya sih kalo ga salah disemport dengan herbisida pra tumbuh, untuk merek mereknya saya kurang paham.(ibra76)

*harga racun tersebut bukan yang ter-Update.


0 comments:

Post a Comment

BY SUBMITTING A COMMENT YOU AGREE TO THE TERMS OF USE

Powered by Blogger.