Home » » LAPORAN PRAKTIKUM PEMBUATAN LUBANG TANAM DAN PERSIAPAN TANAM

LAPORAN PRAKTIKUM PEMBUATAN LUBANG TANAM DAN PERSIAPAN TANAM




BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Tanpa lubang tanam, tanaman tidak bisa tumbuh dengan baik, dntuk menanm adalah harus mempunyai lubang tanam. Lubang tanam selain memberikan manfaat tumbuh, berkembangnya perakaran tanaman pokok, juga mempermudahkan perawatan tanaman serta menjaga konservasi lahan, karena pembuatan lubang tanam biasanya disesuiakan dengan kontur lahan dan jarak tanam Satu syarat yang perlu dilakukan dalam usaha penanaman atau budidaya tanaman perkebunan yang baik. Hal sama-sama biasa dimengerti sebab tanaman tahunan biasanya memiliki perakaran yang sukup dalam dan cukup luas.
            Sebelum menanm tentunya lubang tanam sudah dibuat terlebih dahulu, dan perlakuan dengan memebrikan pupuk kandan g ke lubang tanam dilakukan untuk membantu menyuburkan tanah yang telah dilobang. Karena tanah yang digali itu adalah tanah sub-soil.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

            Syarat dalam budidaya atau menanam suatu tanaman adalah membuat lubang tanaman(lubang tanam) . Pembuatan lubangtanam ini pada umumnya dibuat setelah selesai melakukan pengajiran lahan. Lubang tanamn dibuat tergantung akan tanaman apa yang akan ditanam, tujuanya untuk mempermudah penanaman, menyediakan tempat bagi akar tanaman, menyediakan lingkungan perakanran yang baik untuk tanaman. Tanaman yang bertumbuh dengan baik, ialah tanaman yang perakarannya baik serta cukupnya kebutuhan unsur haranya .
Pembuatan lubangtanam bertujuan untuk menyediakan lingkungan perakaran yang optimal bagi bibit tanaman, baik secara fisik, kimia, maupun biologi. Tanah di lapangan sering terlalu mampat bagi perakaran bibit tanaman  untuk berkembang dengan baik setelah dipindahkan dari tanah gembur di dalam polibag. Karena itu, kondisi yang relatif sama dengan kondisi di pembibitan perlu disiapkan di lapangan dengan cara mengolah tanah secara minimal atau dengan cara membuat lubang tanam. Dengan demikian diharapkan tanaman dapat beradaptasi dengan baik pada awal pertumbuhannya di lapangan.
Ukuran lubang tanam setiap tanaman berbeda-beda  dan harus memadai untuk mendukung adaptasi perakaran bibit dengan kondisi lapangan. Ukuran lubang tanam di tanah-tanah yang teksturnya lebih berat perlu diperbesar agar perakaran bibit memiliki waktu untuk beradaptasi lebih lama dengan lingkungan fisik perakaran.
Di samping itu, lubang tanam sebaiknya tidak dibuat ketika tanah dalam keadaan sangat basah, terutama pada tanah bertekstur berat. Dalam kondisi sangat basah dinding lubang cenderung berlumpur ketika digali dan memadat ketika kering. Keadaan ini menyebabkan terbentuknya lapisan kedap yang bisa menghambat perkembangan perakaran bibit. Selain itu, rembesan air hujan berlebih keluar dari lubang tanam sehingga kondisi kelembapan tanah di dalam lubang tanam cenderung berlebihan dan sebaliknya aerasi tanah berkurang.
Lubang tanam dibuat 6 – 3 bulan sebelum tanam dengan cara membiarkan tanah galian teronggok di sekitar lubang 2 – 3 bulan. Tindakan ini bertujuan untuk mengubah suasana reduktif tanah menjadi oksidatif dan unsur-unsur yang bersifat racun (toxic) berubah menjadi tidak meracuni (non-toxic). Paling lambat sebulan sebelum tanam tanah galian dikembalikan ke dalam lubang agar kondisi tanah berada dalam keseimbangan dengan kondisi lingkungan di sekitarnya. Berbagai pendapat menyatakan bahwa tanah yang hasil dari pengggalian dipisahkan  (lapisan top soil) , tapi ada juga yang berpendapat bahwa tidak perlu untuk dipisahkan. Pembuatan lubang tanam dibuat sedemikian bagus agar letak ajir tepat ditengah-tengah  lubang tanam.
Namun, perlu diperhatikan juga bahwa dalampembuatan lubang tanam yang dilakukan secara sembarangan akan memperbesar resiko kematian bibit, karena tanaman perkebunan termasuk tanaman yang sensitive dan peka terhadap perlakuan ceroboh. Lubang tanam untuk bibit asal perkembangbiakan vegetatif (stek) memiliki ukuran yang berbeda dengan lubang tanam untuk bibit yang berasal dari perkembangbiakan secara generatif 



BAB III
METODOLOGI

3.1. Bahan dan Alat

Alat yang digunakan yaitu : cangkul, gancu, sekop, meteran, timbangan. Sedangkan bahannya adalah pupuk kandang.

3.2. Cara kerja

1) Survey lokasi, dalam hal ini mengamati keadaan lahan yang ada contohnya:
             -Vegetasi tanaman yang ada pada lahan tersebut?
            - Bentuk kontur bagai mana?
2) Menentukan tempat- tempat lahan yang akan dibuat lobang tanam dan sesuai jarak tanamnya.
3) Membersihkan lahan dan sekitarnya yang akan dibuat lobang tanam.
4) Menentukan ukuran lobang tanam 40 cm x 40 cm x 40 cm.
5) Memisahkan hasil galian antara lapisan tanah atas dan lapisan tanah bawah, dimana tanah    lapisan atas diletakkan disebelah bkanan lobang dan disebelah kiri tanah lapisan bawah.
6) Membiarkan lobang tanam kena cahaya matahari
7) Mencampur lapisan tanah lapisan bawah dengan pupuk kandang sebanyak 10 kg dan lapisan  top soil dengan pupuk kandang 5 kg diaduk sampai merata.
8) Kemudian campuran pupuk kandang dan tanah top soil dimasukkan kebagian bawah lubang dan tanah sup soil diatas dan dibiarkan 2 minggu
9) Setelah 2 minggu lobang tanam digali lagi sebesar tanaman, kemudian masukkan bahan tanam kopi kemudian ditutup kembali dengan tanah sambil ditekan agar posisi kopi kuat. Setelah selesai penanaman dilakukan penyiraman dengan air secukupnya.

                                                                        BAB IV
                                                HASIL DAN PEMBAHASAN


            .
            Lubang tanam selain memberikan manfaat tumbuh, berkembangnya perakaran tanaman pokok, juga mempermudahkan perawatan tanaman serta menjaga konservasi lahan, karena pembuatan lubang tanam biasanya disesuiakan dengan kontur lahan dan jarak tanam.
Manfaat lubang tanam bagi tanaman  pokok meliputi membantu pertumbuhan akar tanaman, membantu dalam ruang gerak akar dalam menyerap unsur hara dan siklus udara  dalam tanah, dan masih banyaka lagi. Pembuatan lubang tanam juga harus sesuai besarnya dengan bahan tanaman yang akan ditanam.
            Pada saat penggalian lubang tanam, lubang tidak langsung di tanam dengan tanaman yang akan ditanam. Fungsi penggalian lubang tanam adalah untuk mematikan mikroorganisme yang dapat menggangu pertumbuhan tanaman, mematikan mikroba-mikroba tanah yang berbahaya bagi tanaman,
Dan juga mengubah dan unsur-unsur yang bersifat racun menjadi tidak meracuni . Paling lambat sebulan sebelum tanam tanah galian dikembalikan ke dalam lubang agar kondisi tanah berada dalam keseimbangan dengan kondisi lingkungan di sekitarnya. Berbagai pendapat menyatakan bahwa tanah yang hasil dari pengggalian dipisahkan  (lapisan top soil) , tapi ada juga yang berpendapat bahwa tidak perlu untuk dipisahkan. Pembuatan lubang tanam dibuat sedemikian bagus agar letak ajir tepat ditengah-tengah  lubang tanam.
Tanah galian lubang bagian atas (top soil) sekitar 10 cm dari permukaan tanah dipisahkan dengan tanah galian lubang bagian bawah (sub soil). Hal ini disebabkan karena tanah bagian atas atau top soil lebih subur dibanding dengan tanah bagian bawah (sub soil).
Pembuatan lubang tanam juga merupakan salah satu bentuk pengelolaan tanah dalam skala kecil. Pembuatan lubang tanam sebelum penanaman tanah galian akan mengalami sifat-sifat fisik dan kimia tanah, sebagai hasil adanya pengaruh iklim manfaat lain dari pembuatan lubang tanam ini adalah bagian lubang tersebut akan terhindar dari organisme pengganggu karena dampak dari sinar matahari. Penggunaan pupuk kandang/kompos sangat diperlukan sebagai pupuk dasar. Pupuk ini digunakan untuk membantu menyuburkan tanah tanah yang dibawah lapisan top-soil
      Di buat  ukuran lubang tanam yang dibuat adalah 40 cm x 40 cm x 40 cm,
Persiapan tanam yang dilakukan dimana pupuk kandang dan tanah sub soil dicampurkan sebelumnya , dan  kemudian dimasukkan kebagian bawah lubang dan tanah top soil diatas dan dibiarkan dua minggu. Penanaman karet pun dilakukan setelah lubang kurang lebih 2 minggu dibiarkan terbuka dan telah dicampur dengan pupuk kandang dengan tanah tadi.  Seteleh itu, karet ditanam  dan  ditutup kembali dengan tanah dan ditekan, fungsinya untuk menguatkan/mengokohkan tanaman karet .

BAB V
KESIMPULAN

      Percobaan yang dilakukan menyimpulakan bahwa pembuatan lubang tanam merupakan salah satu syarat yang perlu dilakukan dalam usaha penanaman atau budidaya tanaman perkebunan yang baik.  Berbagai pendapat menyatakan bahwa tanah yang hasil dari pengggalian dipisahkan  (lapisan top soil) , tapi ada juga yang berpendapat bahwa tidak perlu untuk dipisahkan. Pembuatan lubang tanam dibuat sedemikian bagus agar letak ajir tepat ditengah-tengah  lubang tanam. Ukuran lubang tanam setiap tanaman berbeda-beda  dan harus memadai untuk mendukung adaptasi perakaran bibit dengan kondisi lapangan. Penggunaan pupuk kandang/kompos sangat diperlukan sebagai pupuk dasar. Pupuk ini digunakan untuk membantu menyuburkan tanah tanah yang dibawah lapisan top-soil.


0 comments:

Post a Comment

BY SUBMITTING A COMMENT YOU AGREE TO THE TERMS OF USE

Powered by Blogger.