Thursday, September 13, 2012

LAPORAN ANALISA KUALITAS AIR

Aprialdi Pagemenu  | BAB I PENDAHULUAN I.1 
Latar Belakang,  Air merupakan kebutuhan yang sangat penting dan tidak bisa diganti perannya bagi makhluk hidup. Kualitas air merupakan penentu kelangsungan kehidupan makhluk hidup kedepannya, khususnya manusia. Pencemaran air memiliki pengertian bahwa adanya penyimpangan sifat – sifat air dari keadaan normal, bukan dari kemurnian air tersebut. Air yang tersebar di bumi ini tidak pernah terdapat dalam bentuk murni. Namun bukan berarti bahwa semua sudah tercemar. Sebagai contoh, walaupun di daerah pegunungan atau hutan yang terpencil dengan udara yang bebas dan bersih dari pencemaran, air hujan yang turun di atasnya selalu mengandung bahan–bahan terlarut, seperti CO2, O2, dan N2, serta bahan – bahan tersuspensi seperti debu dan partikel–partikel lainnya yang terbawa air hujan dari atmosfer. Biasanya air tersebut mengandung zat-zat kimia dalam kadar tertentu, baik zat-zat kimia anorganik maupun zat-zat kimia organik. Apabila kandungan zat-zat kimia tersebut terlalu banyak jumlahnya didalam air, air tersebut dapat menjadi sumber bencana yang dapat merugikan kelangsungan hidup semua makhluk sekitarnya. Kini dengan adanya pencemaran-pencemaran air oleh pabrik maupun rumah tangga, kandungan zat-zat kimia di dalam air semakin meningkat dan pada akhirnya kualitas air tersebut menurun. Oleh karena itu, diperlukan analisa air untuk menentukan dan menghitung zat-zat kimia yang terkandung di dalam air sehingga dapat diketahui air tersebut membahayakan kesehatan, layak tidaknya dikonsumsi maupun sudah tercemar atau belum. Analsia air termasuk ke dalam kimia analisa kuantitatif karena menentukan kadar suatu zat dalam campuran zat-zat lain. Prinsip analisa air yang digunakan adalah prinsip titrasi dan metode yang digunakan adalah metode indikator warna dan secara umum termasuk ke dalam analisa volumetrik. I.2 Tujuan Tujuan dari praktikum ini adalah agar kami mampu menguji atau menganalisis beberapa sifat fisis dan sifat kimia air secara kualitatif dan kuantitatif.
 BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.
1 Analisa Umum pada Air Air merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, khususnya air minum Tetapi ketersediaan air minum yang memenuhi syarat semakin sulit dipenuhi, terlebih lagi daerah-daerah resapan air yang telah dirubah menjadi pemukiman penduduk, limbah-limbah industri yang mencemari sungai-sungai, semakin mempersulit masyarakat untuk mendapatkan air yang layak untuk di minum. II.1.1 definisi air minumDi dalam Keputusan Menteri Kesehatan No. 907/MENKES/SK/VII/2002 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum, disebutkan bahwa air Minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung di minum. 1.2 persyaratan air minum Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, tetapi terdapat resiko kalau air ini telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya. Walaupun bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100 °C, tetapi banyak zat berbahaya, terutama logam, tidak dapat dihilangkan dengan cara mendidihkan air. Jadi, air yang akan digunakan untuk air minum tidak bisa sembarang air, misalnya di rumah anda, sumber air berasal dari air tanah, yang diambil dengan menggunakan jetpump, meskipun secara kasat mata tampak jernih, tetapi belum tentu memenuhi syarat, karena kondisi lingkungan disekitarnya akan sangat menentukan kualitas air tersebut. Untuk memastikan apakah air tanah yang ada di rumah anda memenuhi syarat untuk di minum atau tidak, sebaiknya anda membawa sampel air tersebut ke laboratorium pengujian seperti Sucofindo, atau lab-lab swasta lain yang banyak menjual jasa untuk pemeriksaan air, tapi cek juga, apakah lab yang akan anda gunakan sudah terakreditasi atau belum. Ini untuk menjamin akurasi hasil pemeriksaan. Jika lab-nya sudah terakreditasi, maka validitas hasil pengujian tentunya lebih terpercaya. (anonim,2009). II.2 Alkalinitas Alkalinitas merupakan suatu parameter kimia perairan yang menunjukan jumlah ion karbonat dan bikarbonat yang mengikat logam golongan alkali tanah pada perairan tawar. Nilai ini menggambarkan kapasitas air untuk menetralkan asam, atau biasa juga diartikan sebagai kapasitas penyangga (buffer capacity) terhadap perubahan pH. Perairan.mengandung alkalinitas ≥20 ppm menunjukkan bahwa perairan tersebut relatif stabil terhadap perubahan asam/basa sehingga kapasitas buffer atau basa lebih stabil. Selain bergantung pada pH, alkalinitas juga dipengaruhi oleh komposisi mineral, suhu, dan kekuatan ion. Nilai alkalinitas alami tidak pernah melebihi 500 mg/liter CaCO3. Perairan dengan nilai alkalinitas yang terlalu tinggi tidak terlalu disukai oleh organisme akuatik karena biasanya diikuti dengan nilai kesadahan yang tinggi atau kadar garam natrium yang tinggi (Anonim 2009) II.3 Teori Sampel Air merupakan senyawa kimia yang paling aman dan paling dibutuhkan seluruh makhluk hidup karena tanpa air, makhluk hidup tidak akan dapat bertahan hidup. Ilmu yang mempelajari tentang kandungan, sifat-sifat, proses penyebaran, dan kebiasaan alami air dikenal dengan hidrologi. Hidrologi merupakan induk ilmu untuk percabangan teknik sipil, dan hidrologi mempelajari masalah persediaan air dan penyaluran kotoran, sistem pengaliran air dan irigasi, peraturan navigasi dan sungai, dan pengendalian banjir dan tenaga air (anonim, 2009). II.3.1 Air Sungai (“Kenaga Raya”) Sungai merupakan jalan air alami mengalir menuju samudera, danau, Laut atau ke sungai yang lain. Pada beberapa kasus sebuah sungai secara sederhana mengalir meresap kedalam tanah sebelum menemukan badan air lainya. Dengan melalui sungai adalah cara yang biasa bagi air hujan yang turun di daratan untuk mengalir ke laut atau tampungan air yang besar seperti danau . Sungai merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologis. Air dalam sundai umumnya terkumpul dari presipitasi seperti hujan, embun, mata air, limpasan bawah tanah, dan dibeberapa negara tertentu air sungai juga berasal dari lelehan Es/salju. Selain itu air juga mengalirkan sidimen dan polutan (Anonim.2009). Sungai Kenanga Raya terletak di daerah Tanjung Mulia kota Medan. Sungai yang berada di tengah – tengah kota Medan ini memiliki kondisi yang sangat mengkhawatirkan sekali. Ketika praktikan mengampil sampel kesana. Ketika itu sungai dalam kondisi normal, artinya airnya tidak pasang, tidak surut dan tidak keruh, sebenarnya airnya tidak jernih akibat banyaknya sampah dan aliran limbah rumah tangga ke sungai. II.3.2 Air Minum Kemasan (“Aqua”) Air minum kemasan atau dengan istilah AMDK (Air Minum Dalam Kemasan), merupakan air minum yang siap di konsumsi secara langsung tanpa harus melalui proses pemanasan terlebih dahulu. Air minum dalam kemasan merupakan air yang dikemas dalam berbagai bentuk wadah 19 ltr atau 5 galon , 1500 ml / 600 ml ( bottle), 240 ml /220 ml (cup). Air kemasan diproses dalam beberapa tahap baik menggunakan proses pemurnian air (Reverse Osmosis / Tanpa Mineral) maupun proses biasa Water treatment processing (Mineral), dimana sumber air yang digunakan untuk Air kemasan mineral berasal dari mata air pengunungan, Untuk Air kemasan Non mineral biasanya dapat juga digunakan dengan sumber mata air tanah / mata air pengunungan (anonim,2009). Air “Aqua” telah melewati proses pemurnian secara alami selama perjalanannya dari pegunungan hingga mencapai sumber mata air bawah tanah. Sepanjang perjalanannya ini, air menyerap mineral dan menjaga keseimbangannya sebagaimana di sumber mata air asalnya, yangmerupakan mineral penting bagi kesehatan tubuh. Sumber mata air yang dipilih tidaklah sembarangan. Aqua berasal dari sumber mata air terpilih yang mewakili sebagian dari sumber mata air alami terbaik di Indonesia. Menemukan mata air yang sesuai kriteria Aqua bukanlah pekerjaan mudah. Pada saat menemukan sumber mata air alami, harus dipastikan bahwa setiap sumber mata air pegunungan harus memenuhi 9 poin kriteria yang kemudian melewati 5 tahap proses seleksi yang ketat sebelum akhirnya dapat dijadikan sumber mata air untuk Aqua (anonim, 2009). 

 BAB III METODOLOGI III.
1 Alat dan Bahan 
 III.11 Alat yang kami gunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut : geles ukur 50 ml batang pengaduk corong kaca neraca analitik geles ukur 100 mL penjempit tabung reaksi pipet tetes corong pipet volume 5 ml termometer kompor gas pipet volume 10 ml buret dan statif tabung reaksi + rak botol semprot - III.1.2 Bahan yang kami gunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut : Aquades KMnO4 Kertas lakmus merah Asam oksalat (H2C2O4) H2SO4 III.2 Cara Kerja III.2.1 Suhu / Temperatur Siapkan sampel (buka tutup botol sampel) Celupkan alat pengukur suhu (termometer atau O2 meter)ke dalam sampel, pastikan tangan anda tidak bersentuhan deengan alat pengukur tersebut. Baca angkayang tertera pada alat tersebut. III.2.2 Zat padat terlarut dan zat padat tersuspensi Ambil sampe lsebanyak 100 mldengan gelas ukur dan tuangkanke dalam gelas piala dan panaskan. Perhatikan,apakah sampel menjadi keruh ataukah ada yang mengendap! Jika sampel menjadi keruh berarti ada zat padat yang terlarut,sedangkan jika terjadi endapan berarti sampel mengandung zat padat tersuspensi. III.2.3 Warna Ambil sampel kedalam tabung reaksi sebanyak ± 3/4 dari volume tabung reaksi. Bandingkan warnanya dengan larutan standar yang telah di sediakan. III.2.3 Amoniak (NH3) Masukkan 10-15 ml sampelke dalam tabung reaksi. Lipatkan kertas lakmus merah ke dalam tabung reaksi. Panaskan ke atas spritus Amati sampel,apakah tercium bauk tengik atau tidak. Sampel mengandung amoniakjika tercium bauk tengik atau lakmus merah berubah menjadi warna biru.. III.2.4 COD secara kuantitatip Pipet 10 ml sampel dengan pipet volume dan masukan ke dalam gelas ukur 100 ml. Encerkan sampel tersebut dengan aquades sampai volume 100 ml. Ditambah 5 ml H2SO4 4 N,panaskan sampai mendidih. Ditambah lagi dengan 10 ml KmnO4 0,01 N dan didihkan selama 10 menit (terbentuk warna mereah muda) Jika selama mendidikan warna merah muda hilang tambah 10 ml KmnO4 0,01 N lagi sampai warna merah muda tidak hilang lagi. Tambahkan asam oksalat (H2C2O4) N warna merah muda hilang. Selagi panas segera titrasi dengan KmnO4 0,01 N sampai terbentuk warna merah muda yang stabil (tidak hilang lagi),catat volume KmnO4 yang terpakai ( = n ) Faktor koreksi: Larutan yang telah di tatrisi diatas di tambah 10 ml asam oksalat (H2C2O4) 0,01 N. Titrasi lagi dengan KmnO4 0,01 N sampai terbentuk warna merah muda yang stabil (tidak hilang lagi ),catat volume KmnO4 yanh terpakai (=n) Untuk memperoleh hasil yang lebih teliti,ulagi lagi percobaan ini sekali lagi. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.
Hasil Pengamatan No Parameter Hasil Pengamatan Air rawa Air comberan Air galon 1 Suhu 30℃ 30℃ 28℃ 2 Zat padat terlarut Terdapat zat terlarut (keruh) keruh - 3 Zat padat tersuspensi - Ada (terbentuk endapan) - 4 Warna Keruh Bening kekuningan Bening 5 DO - - - 6 Amoniak - - - 7 COD Volume KmnO4 selama pemanasan (ml) Volume KmnO4 titrasi I (ml) Volume KmnO4 titrasi II (ml) Volume KmnO4 selama pemanasan (ml) Volume KmnO4 titrasi I (ml) Volume KmnO4 titrasi II (ml) Volume KmnO4 selama pemanasan (ml) Volume KmnO4 Titrasi I (ml) Volume KmnO4 Titrasi II (ml) Ulangan I 10 ml 12,5 ml 5 ml 10 ml 8,5 ml 5 ml 10 ml 14 ml 5 ml Ulangan II IV. Pembahasan Dalam pembahasan kami, terdapat perbedaan Suhu antara air gallon, rawa dan comberan, yang mana suhu pada air gallon: 280C, pada air rawa dan air comberan: 300C . Pada air gallon tidak terdapat endapan, pada air rawa terdapat zat terlarut(keruh), pada air comberan terdapat endapat / keruh. Pada air gallon dan rawa tidak terdpat zat padat tersuspensi, sedangkan pada air comberan terbentuk endapan. Warna pada air gallon cenderung bening, pada air rawa dan comberan warnanya keruh. Tidak terdapat amoniak pada masing-masing air.perhitungan COD : 1. pada air gallon dik : p = 10 f = 10 = 10 = 2 r = 14 n 5 n = 5 COD = COD = 100x 38x0.01x3.16 COD = 120,08 2. pada air rawa dik : p = 10 f = 10 = 10 = 2 r = 12,5 n 5 n = 5 COD = COD = 100x 35x0.01x3.16 COD = 110,6 3.pada air comberan dik : p = 10 f = 10 = 10 = 2 r = 8,5 n 5 n = 5 COD = COD = 100x 27x0.01x3.16 COD = 85,32 standar air bersih dapat dibedakan menjadi tiga kategori: (Menkes No. 173/per/VII tanggal 3 Agustus 1977). Diantaranya aadalah : Kelas A. Air yang dipergunakan sebagai air baku untuk keperluan air minum. Kelas B. Air yang dipergunakan untuk mandi umum, pertanian dan air yang terlebih dahulu dimasak. Kelas C. Air yang dipergunakan untuk perikanan darat. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Timur No. 413 Tahun 1987 untuk Daerah Jawa Timur, menurut peruntukkannya air digolongkan menjadi: Golongan A. Merupakan air pada sumber air yang dapat digunakan sebagai air bersih secara langsung tanpa pengolahan lebih dahulu. Golongan B. Merupakan air yang dapat digunakan sebagai air baku untuk diolah menjadi air bersih dan keperluan rumah tangga lainnya. Golongan C. Merupakan air yang dapat digunakan untuk perikanan dan peternakan. Golongan D. Merupakan air yang dapat digunakan untuk keperluan pertanian, industri, listrik tenaga air dan dapat dimanfaatkan untuk usaha perkotaan. Golongan E. Merupakan air yang tidak dapat digunakan untuk keperluan tersebut pada peruntukkan pada golongan A, B, C dan D.

BAB V PENUTUP V.1 
V.1.Kesimpulan 
 Kesimpulan yang dapat praktikan ambil dari percobaan ini adalah : Alkalinitas secara umum menunjukkan konsentrasi basa atau bahan yang mampu menetralisir kemasamaan dalam air. Alkalinitas dari iar sungai Kenaga Raya yang diperoleh dari percobaan ini adalah 831,6 mg /L Alkalinitas Air Sungai Kenanga Raya Lebih besar dari pada air Aqua Alkalinitas dari air aqua yang diperoleh dari percobaan ini adalah 362,88 mg/L
V.2 Saran 
Adapun saran yang dapat saya sampaikan untuk praktikum ini adalah : Praktikan diharapkan lebih teliti dalam membaca alat dan menetapkan hasil akhir agar galat yang ada tidak besar. Praktikan diharapkan utuk belajar seputar percobaan sebelum melakukan percobaan ini. Praktikan diharapkan agar selalu semangat dalam menghadapi kesulitan–kesulitan yang ada saat praktikum
 DAFTAR PUSTAKA 
 Anonim , 2009. Aqua. http://danoneaqua.com. 29 Agustus 2009 Anonim , 2009. Air Minum yang Layak. http://healtylife.blogsopt.com 29 Agustus 2009 Anonim , 2009. Alkalinitas. http://maswira-weblog.com. 30 Agustus 2009 Anonim , 2009. Kesadahan¬. http://o-fish.wordpress.com. 30 Agustus 2009 Anonim , 2009.UU Menteri Negara lingkungan Hidup. http://persembahanku.files-wordpress.com. 30 Agustus 2009 Anonim , 2009.Air. http://wikipedia.com. 30 Agustus 2009

Artikel Terkait

Categories:

0 comments:

Post a Comment

BY SUBMITTING A COMMENT YOU AGREE TO THE TERMS OF USE